RSS
Container Icon

PEMBANGUNAN DAN REVOLUSI MENTAL



tugas perspektif global

PEMBANGUNAN DAN REVOLUSI MENTAL
A.    Pengertian Pembangunan Dan Revolusi Mental
A.1     Pembangunan
Pembangunan menurut Bartelmus (1986:3) merupakan proses yang berupaya memperbaiki kondisi hidup masyarakat, baik kondisi material maupun non material termasuk kebutuhan fisikal, yang telah/sedang/akan dilakukan oleh semua bangsa di dunia ini. Namun karena pelaksanaannya melibatkan semua sumber baik SDA maupun SDM termasuk kemampuan IPTEKnya, pembangunan masih mengalami berbagai masalah dan kendala. Masalah pembangunan yang terus dilakukan namun terdapat kendala yaitu masalah pendanaan yang ada dan penanganan yang dilakukan juga kurang efektif sehingga menimbulkan kerancuan terhadap sistem pembangunan.
A.2     Revolusi Mental
a.       Revolusi mental sebenarnya sudah dimunculkan oleh tokoh komunis Karl Marx pada abad ke-18 lalu. Saat itu, Karl Marx menggunakan revolusi mental untuk menanamkan paham-paham komunisme.
b.      Pengertian revolusi tidak lagi menekankan aspek kesinambungan dalam daur ulang (unbroken continuity), melainkan justru sebagai keterputusan dalam kesinambungan (break in continuity). Sejak itu, revolusi berarti suatu perubahan struktur mental dan keyakinan karena introduksi gagasan dan tatanan baru yang membedakan dirinya dari gagasan dan tatanan masa lalu (Cohen, 1985).
c.       Menurut Romo Benny Susetyo di Koran Sindo, 10 Mei 2014. Revolusi mental merupakan sesuatu yang merujuk pada adanya revolusi kesadaran. Perubahan mendasar yang menyangkut kesadaran, cara berpikir, dan bertindak sebuah bangsa besar. Revolusi mental dari sesuatu yang negatif ke positif. Perubahan dari ketidakpercayaan diri menjadi bangsa yang penuh kepercayan diri.  Menyadari diri bahwa kita adalah bangsa besar dan bisa berbuat sesuatu yang besar.
d.      “Revolusi mental tidak hanya sebatas pada perubahan mindset, melainkan gerakan nyata dengan memberikan kemudahan kepada masyarakat, antar instansi, maupun negara luar. Tidak boleh lagi overlapping, berbelit-belit, dan tebang pilih dalam revolusi mental.” ujar Yuddy Chrisnandi dalam Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI di Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Kamis (05/02).



B.     Revolusi Mental Sebagai Prioritas Pembangunan Nasional
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago (Senin/2/2/2015) mengatakan Revolusi Mental merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional, manusia Indonesia unggul diharapkan memiliki sikap mental dan karakter yang tangguh, berperilaku positif serta konstruktif, untuk itu revolusi mental dan karakter menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional.
Tujuan pembangunan mental menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago adalah sebagai berikut :
1.      untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan akan tercipta ketika dijalankan secara bersama dengan didukung aparatur birokrasi di lembaga pemerintahan, para pelaku bisnis, serta seluruh lapisan masyarakat.
2.      Ia menuturkan, kegiatan perubahan mental yang juga disertai dengan karakter, diharapkan dapat melahirkan aparatur-aparatur pemerintah yang jujur dan antikorupsi.
3.      muncul pengusaha-pengusaha kreatif, inovatif, serta memiliki etos bisnis untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, sehingga lahir pekerja yang memiliki komitmen yang kuat dan berdedikasi terhadap pekerjaannya.
4.      Dari agenda revolusi mental ini pula masyarakat akan terbuka, disiplin, dan patuh pada hukum, yang ditopang oleh berfungsinya pranata sosial untuk mendukung pembangunan nasional
Selain empat tujuan tersebut pembangunan nasional juga harus didukung dengan kehadiran manusia-manusia Indonesia yang memiliki kecerdasan intelektual, sehingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan juga patut dipersiapkan.
Program-program yang dihasilkan para pemikir tersebut diharapkan dapat mengarah pada tiga dimensi yaitu peningkatan derajat kesehatan fisik, pengembangan kapasitas intelektual, dan pembentukan sikap mental yang positif, progresif, dan konstruktif bagi para subjek perubahan itu. Sehingga kelak dapat melahirkan manusia Indonesia yang sehat seutuhnya.



C.     Presiden Minta Revolusi Mental Sebagai Landasan Pembangunan
Gagasan revolusi mental mulai dikumandangkan oleh Bung Karno di pertengahan tahun 1950-an. Tepatnya di tahun 1957. Saat itu revolusi nasional Indonesia sedang ‘mandek’. Padahal, tujuan dari revolusi itu belum tercapai.
Konsep Trisakti yang pernah diutarakan Bung Karno dalam pidatonya tahun 1963 dengan tiga pilarnya yaitu:
1.      Indonesia yang berdaulat secara politik
2.      Indonesia yang mandiri secara ekonomi
3.      Indonesia yang berkepribadian secara sosial-budaya
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna meminta kepada seluruh Menteri dan pimpinan lembaga agar dalam melaksanakan pembangunan harus berlandaskan revolusi mental. Selain itu, Presiden juga meminta pembangunan lebih diprioritaskan didaerah-daerah pinggiran atau remote dan berorientasi pada masyarakat kecil.
Pada tanggal 13 April 2015 yang lalu, dalam sidang kabinet paripurna, Presiden memberikan delapan arahan umum bagaimana mengelola pembangunan umum kedepan yaitu :
1.      perlunya membangun rasa aman bagi seluruh warga bangsa yang
2.      terus meningkatkan tata kelola atau goverment practice atau praktek-praktek kepemerintahan yang baik.
3.      bagaiamana membangun masyarakat di pinggiran (dipulau-pulau terpencil, pedesaan atau di tempat-tempagt yang jauh dari pusat kekeuasaan.
4.      Menteri/pimpinan lembaga diminta melanjutkan reformasi kelembagaan yang sifatnya sistemik bukan melekat pada individu.
5.      Kita penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang sejalan dengan praktek clean government.
6.      Pembangunan ini akhirnya adalah bertumpu ditujukan kepada pembangunan manusia. diseluruh agenda pembangunan itu harus berujung bermuara kepada pembangunan manusia.
7.      tetap mempergunakan RPJMN sebagai pedoman untuk memperhatikan sektor-sektor strategis.
8.      Menjadikan semangat revolusi karakter atau revolusi mental sebagai pedoman dalam menjalankan pembangunan kita kedepan.
Terakhir kita berharap bahwa Revolusi mental ala Jokowi-JK dapat menjadi pondasi pembangunan karakter bangsa yang kuat berbasis nilai-nilai dasar yang kita miliki yaitu Pancasila, yang sudah semestinya harus dijadikan pedoman dalam setiap kebijakannya demi menuju Indonesia yang lebih Baik dan Hebat.



Ali Permana, Fidel. (2015, 2 Februari). Revolusi Mental Jadi Prioritas Pembangunan Nasional. Kompas.com [online]. Halaman 1. Tersedia : http://nasional.kompas.com/read/2015/02/02/21525361/Bappenas.Revolusi.Mental.Jadi.Prioritas.Pembangunan.Nasional [25 April 2015]


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar